SISTEM EKONOMI ISLAM DAN KESEJAHTERAAN

4 Jul

Sebelum datangnya Islam, kehidupan masyarakat pada saat itu sangat buruk, diantaranya para bankir yahudi mulai mewarnai kehidupan masyarakat arab dengan cengkraman riba. Perekonomian Arab ketika itu adalah adalah ekonomi dagang bukan ekonomi yang berbasis sumber daya alam; minyak bumi belum ditemukan dan sumber daya alam lainnya terbatas.Pada zaman Rasulullah sumber hukum ekonomi Islam adalah Al-Qur’an dan Al-hadits

Sebagai bagian dari operasional konsep ekonomi Islam, Rasulullah SAW mendirikan Baitul Maal (rumah harta atau kas negara) yaitu suatu lembaga yang diadakan dalam pemerintahan Islam untuk mengurus masalah keuangan negara Dan Rosulullah Saw segera membuang sebagian besar tradisidan nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran islam dari seluruh aspek kehidupan masyarakat muslim, karenanya Rosulullah Saw segera meletakkan dasar-dasar kehidupan masyarakat, yaitu : (Euis Amalia: 2005: 75-77)

  1. Membangun mesjid sebagai islamic centre
  2. Menjalin ukhuwah islamiyyah antara kaum muhajirin dengan kaum anshor
  3. Menjalin kedamaian dalam negara
  4. Mengeluarkan hak dan kewajiban bagi warga negaranya
  5. Membuat konstitusi negara
  6. Menyusun sistem pertahanan negara
  7. Meletakkan dasar dasar keuangan negara
  • Dari kutipan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa :
  • Sejak datangnya islam yang dibawa Rasulullah Saw kehidupan perekonomian yang tadinya sangat buruk dan masyarakat hidup di tengah cengkraman riba  menjadi lebih baik, islami, dan kehidupan masyarakat menjadi lebih sejahtera.
  • Rosulullah Saw merupakan penyelamat dan penolong dalam kehidupan perekonomian masyarakat, karena kehidupan masyarakat pada saat itu sangat buruk, tidak ada keadilan, tidak ada pengaturan tentang hak dan kewajiban bagi warga negara, karena masyarakatnya belum mengenal operasional konsep ekonomi islam.

Ekonomi islam adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah ekonomi rakyat yang di ilhami oleh nilai-nilai islam (M.A. Manan : 1992:19)

Ekonomi islam adalah kumpulan dasar-dasar umum ekonomi yang disimpulkan dari al-Quran dan sunnah yang ada hubungannya dengan urusan ekonomi. (H.Halide :1988 : 3)

Dari kedua kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa :

  • Ekonomi islam adalah ilmu pengetahuan sosial ekonomi yang didasarkan kepada al-quran dan sunnah.
  • Ekonomi islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia yang diatur berdasarkan aturan agama islam dan sesuai dengan ketentuan Al-Quran dan sunnah.

Prinsip-prinsip kebijakan ekonomi islam (Euis amalia : 2005 : 77)  adalah:

  1. Allah Swt adalah penguasa tertinggi sekaligus pemilik absolut seluruh alam semesta
  2. Manusia hanyalah khalifah Allah Swt di muka bumi, bukan pemilik yang sebenarnya
  3. Semua yang dimiliki dan didapatkan manusia adalah seizin Allah Swt. Oleh karena itu manusia yang kurang beruntung mempunyai hak atas sebagian kekayaan yang dimiliki manusia lain yang lebih beruntung .
  4. Kekayaan harus berputar dan tidak boleh ditimbun.
  5. Eksploitasi ekonomi dalam segala bentuknya, termasuk riba, harus dihilangkan.
  6. Menerapkan sistem warisan sebagai media re-distribusi kekayaan.
  7. Menetapkan kewajiban bagi seluruh individu, termasuk orang-orang miskin .

 Dari kutipan diatas dapat diketahui bahwa :

  1. Maksudnya seluruh alam semesta dan berbagai sumber daya di bumi ini adalah hanyalah sebagai pemberian atau titipan Allah Swt kepada manusia
  2. Semua yang didapatkan manusia adalah atas seizin Allah Swt dan pasti akan kembali kepada Allah Swt.
  3. Maksud nya adalah sebagian dari rezeki yang telah kita dapat sebagian ada hak kaum yang kurang mampu, oleh karena itu kita harus bersedekah .
  4. Kekayaan tidak boleh dikuasai oleh segelintir orang saja, selain bisa berakibat mandegnya perekonomian, dan pasti akan menimbulkan iri hati dan perselisihan diantara manusia dan sebagai seorang muslim kita harus takut kepada Allah Swt karena Allah Swt akan memberikan azab yang pedih bagi orang yang serakah.
  5. Tentu saja riba harus dihilangkan karena dalam Al Quran pun riba dinyatakan haram karena bagi yang memberi dan yang berhutang sama sama menanggung dosa.  Bagi yang memberi mendapat keuntungan dengan memungut bunga pinjaman dan itu adalah haram  sedangkan bagi yang mendapat pinjaman harus mengembalikan pinjaman sebanyak 2x lipat tentu saja itu akan memberatkan mereka dan akan membawa sang peminjam kepada kesengsaraan, oleh karena itu riba diharamkan oleh islam karena dampaknya sangat buruk bagi manusia
  6. Tentu saja sistem warisan harus ditetapkan sesuai dengan aturan islam, karena harta sifatnya sangat sensitif , sebab karena kekacauan pembagian harta waris sering terjadi perselisihan antara keluarga. Untuk itulah islam mengatur urusan ini secara mendetail.
  7. Menetapkan Kewajiban seluruh individu, menurut kelompok kami kewajiban disini mungkin maksudnya dengan membayarkan zakat atas kekayaan yang telah melebihi batas nisab , dan bagi orang miskin wajib membayarkan zakat fitrahnya

Tujuan ekonomi islam :

a. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi dalam Negara
b. Mewujudkan kesejahteraan manusia
c. Mewujudkan sistem distribusi kekayaan yang adil

Tujuan ekonomi dalam islam dijabarkan menjadi 3 hal yang pertama “mewujudkan pertumbuhan ekonomi dalam negara” alasannya menurut kelompok kami dengan pertumbuhan ekonomi yang berkembang dengan baik negara dapat melakukan pembangunan, bisa dengan cara mendatangkan investasi baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Yang kedua “Mewujudkan kesejahteraan manusia” menurut kelompok kami dengan memahami dan menjalani sitem perokonomian islam yang aturan-aturannya bersumber dari Al-Quran maka tentu saja akan tercipta kesejahteraan manusia, karena Al-Quran akan membawa kita pada kebaikan, dan bila kita tidak menjalani sitem ekonomi islam yang aturan-aturannya sudah ada dalam Al-quran maka itu akan membawa kita pada kesengsaraan baik di kehidupan dunia maupun di akhirat kelak. Yang ketiga “Mewujudkan sistem distribusi kekayaan yang adil” menurut kelompok kami setiap manusia dilahirkan dengan kemampuan yang berbeda-beda begitupun kemampuan mereka dalam mengumpulkan kekayaan, dalam hal ini kehadiran ekonomi islam bertujuan membangun mekanisme distribusi kekayaan yang adil di tengah-tengah masyarakat, sebagai contoh islam sangat melarang praktek penimbunan kekayaan oleh segelintir atau sekelompok orang saja sedangkan ekonomi islam memerintahkan sirkulasi kekayaan haruslah merata tidak boleh hanya berputar di sekelompok kecil masyarakat saja dan dalam rangka mencegah praktek monopolistik ini pemerintah mempunyai andil karena negara mempunyai wewenang dan otoritas.

  • Dari kutipan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan ekonomi islam adalah mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan sistem distribusi kekayaan yang adil untuk mewujudkan kesejahteraan kehidupan manusia.

Instrumen kebijakan fiskal pada zaman Rasulullah Saw (Euis amalia: 2005: 80) :

  1. Peningkatan pendapatan nasional dan tingkat partisipasi kerja dalam rangka meningkatkan permintaan agregat masyarakat muslim di madinah ( permintaan seluruh muslim di madinah), Rasulullah Saw melakukan kebijakan mempersaudarakan kaum muhajirin dengan kaum anshar yaitu dengan menerapkan kebijakan penyediaan lapangan kerja bagi kaum muhajirin, sekaligus peningkatan pendapatan nasional kaum muslimin.
  2. Kebijakan pajak. Penerapan kebijakan pajak yang dilakukan Rasulullah Saw (seperti zakat) menyebabkan terciptanya kestabilan harga dan mengurangi tingkat inflasi. Kebijakan ini juga tidak menyebabkan penurunan harga ataupun jumlah produksi.
  3. Anggaran. Pengaturan APBN yang dilakukan Rasulullah Saw secara cermat, efektif dan efisien menyebabkan jarang terjadinya defisit anggaran meskipun sering terjadi peperangan
  4. Kebijakan fiskal khusus. Rasulullah menerapkan kebijakan yaitu meminta bantuan kaum muslimin secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan pasukan muslim dengan meminjam peralatan dari kaum non muslim secara Cuma-Cuma dengan jaminan pengembalian dan ganti rugi bila terjadi kerusakan.

 

  • Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa :
  • Pada zaman Rasulullah itu sudah adanya usaha peningkatan pendapatan nasional, sudah diterapkannya pajak, dan sudah melakukan penganggaran dalam soal keuangan dengan aturan-aturan yang telah diajarkan islam.
  • Dalam ekonomi islam anggaran negara dilakukan Rasulullah secara efektif, cermat dan efisien tanpa adanya penyimpangan  sehingga jarang mengalami defisit anggaran. Bisa kita jadikan contoh untuk diterapkan terhadap perekonomian di negara kita, supaya anggaran yang ada dapat dialokasikan sesuai dengan kepentingannya dan dibutuhkan pemimpin yang jujur, bertanggung jawab dan memahami sistem perekonomian islam sehingga tidak mengalami defisit anggaran dan negara akan sejahtera. Karena kejujuran adalah kunci dari keberhasilan.

 

Kebijakan moneter

Seperti yang telah dikemukakan bahwa mata uang yang digunakan bangsa arab baik sebelum islam maupun sesudahnya adalah dinar dan dirham. Kedua mata uang tersebut memiliki nilai yang tetap dan tidak ada masalah dalam perputaran uang. (Euis Amalia: 2005: 81-87)

  1. Penawaran dan permintaan uang. Pada masa pemerintahan nabi Muhammad Saw, kedua mata uang tersebut di impor, dinar dari Romawi dan Dirham dari persia. Uang akan diimpor jika permintaan uang pada pasar internal(pasar dalam negri) mengalami kenaikan dan begitupun sebaliknya. Selama pemerintahan nabi Muhammad Saw, uang tidak dipenuhi dari keuangan negara semata, tetapi juga dari hasil perdagangan luar negri, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada awal periode islam penawaran uang terhadap pendapatan sangat elastis dan nilai uang stabil
  2. Pemercepatan peredaran uang. Faktor lain yang berpengaruh terhadap stabilitas nilai uang adalah pemercepat peredaran keuangan. Sistem pemerintahan yang legal dan khususnya perangkat hukum yang tegas dalam menentukan peraturan etika dagang dan penggunan uang memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pemercepatan peredaran uang. Tindakan Rosulullah Saw mendorong masyarakat untuk mengadakan akad kerjasama sehingga memperkuat pemercepatan peredaran uang. Penghapusan struktur monopoli dari pasar perdagangan telah meningkatkan efisiensi pertukaran dan membawa perekonomian kepada distribusi pendapatan yang lebih baik. oleh karena itu permintaan efektif mengalami kenaikan dalam pasar, begitu pula dengan  permintaan transaksi terhadap uang yang akan mempercepat peredaran uang.oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa disamping peningkatan volume aktifitas ekonomi, pemercepatan peredaran uang juga mengalami kenaikan
  3. Pengaruh kebijakan fiskal terhadap nilai uang. Pada awal awal masa pemerintahan Rosulullh Saw, perekonomian mengalami penyusutan permintaan efektif. Perpindahan kaum muslimin dari mekkah ke madinah yang tidak dibekali dengan kekayaan, simpanan dan keahlian menciptakan keseimbangan perekonomian yang rendah. Sejumlah peperangan telah menyerap banyak tenaga kerja yang seharusnya dapat dipergunakan untuk pekerjaan produktif. Kebijakan lain yang dilakukuan Rosulullah Saw adalah memberikan kesempatan yang lebih besar kepada kaum muslimin dalam melakukan aktifitas produktif dan ketenagakerjaan. Oleh karena itu kapasitas aktifitas perdagangan dan pertanian berkembang di madinah. Berbagai kebijakan ini meningkatkan penawaran agregard masyarakat madinah. Peningkatan ini membawa perekonomian dan stabilitas nilai mata uang kepada suatu tingkat keseimbangan yang lebih tinggi
  4. Mobilisasi dan utilisasi tabungan. Salah satu tujuan khusus perekonomian pada awal perkembangan islam adalah penginvestasian tabungan yang dimiliki masyarakat. Hal ini diwujudkan dengan dua cara yaitu dengan mengembangkan peluang investasi islami secara legal dan mencegah kebocoran penggunaan tabungan untuk tujuan yang tidak islami. Pada awal masa islam, melalui berbagai cara pemerintah menyediakan fasilitas yang beorientasi investasi yaitu memberikan berbagai kemudahan bagi produsen untuk berproduksi dan memberikan keuntungan pajak terutama bagi unit produksi baru. Metode perpajakan islam tidak membahayakan karena penarikan pajak dilakukan secara proporsional serta meningkatkan efisiensi produksi sektor swasta dan peran serta masyarakat dalam berinvestasi. Untuk menyalurkan tabungan dalam kegiatan investasi adalah infaq dan wakaf karena terdapat unsur religi dan spiritual .

  • Dari kutipan diatas kesimpulannya adalah :
  • Ekspor dan impor sudah ada sejak zaman Rasulullah dan fungsi uang sudah diterapkan yaitu sebagai alat untuk bertransaksi dan untuk berspekulasi (investasi), berjaga-jaga (tabungan)
  • Islam itu adalah agama yang membawa kebaikan dan kesejahteraan bagi manusia. Islam tidak hanya mengejar kesejahteraan akhirat tetapi juga mengajarkan kita bagaimana caranya supaya kita bisa sejahtera di dunia, dengan cara pengelolaan ekonomi yang teratur sesuai dengan ajaran islam, serta tidak melanggar hak orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: