analisis laporan keuangan PT BCA Tbk

25 Mei

ini nih aku kasih berkas tugas ku semester 6 kemarin🙂

PT BANK CENTRAL ASIA Tbk

Laporan keuangan per 31 Desember

 

(dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

ASET

2012

2011

 

Kas

11.054.208

10.355.620

Giro pada bank BI

33.848.000

31.881.075

Giro pada bank lain

4.483.354

2.499.443

Penempatan pada bank indonesia dan bank lain lain

28.802.130

43.010.506

Aset keuangan untuk diperdagangkan

1.441.725

2.567.832

Tagihan akseptasi setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 61.824. pada 31 desember 2012 (2011: Rp 249.858 dan 2010: Rp 256.295)

7.715.371

5.342.854

Wesel tagih setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 336 pada 31 desember 2012 (2011: Rp 605 dan 2010: Rp 1.310)

1.946.793

1.273.598

Efek efek yang dibeli dengan janji akan dijual kembali

34.448.535

21.201.164

Kredit yang diberikan setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 4.017.408   pada 31 desember 2012 (2011: Rp 3.814.573 dan 2010: Rp 3.906.411)
Pihak berelasi

549.450

790.454

Pihak ketiga

252.211.007

197.649.900

Piutang pembiayaan konsumen setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar RP 76.401  pada 31 desember 2012 (2011: Rp 39.992 dan 2010: Rp 40.504)

4.487.552

3.498.699

Investasi sewa pembiayaan bersih setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 2.952  pada 31 desember 2012 (2011: Rp 492 dan 2010: Rp 196)

104.246

11.121

ASET

2012

2011

Pindahan

381.092.371

320.082.266

Pembiayaan syariah  setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 8.950 pada 31 desember 2012 (2011: Rp 5.448 dan 2010: Rp 2.196)

999.375

675.875

Efek efek untuk tujuan investasi  setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 629.498 pada 31 desember 2012 (2011: Rp 549.660 dan 2010: Rp 351.146)

47.310.371

52.002.140

Aset tetap setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 4.213.740  pada 31 desember 2012 (2011: Rp 3.673.737 dan 201: Rp 3.418.248)

6.406.625

4.144.659

Aset pajak tanggungan bersih

919.802

798.382

Aset lain lain  setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 4.927 pada 31 desember 2012 (2011: Rp 4.912 dan 2010: Rp 38.760)
Pihak berelasi

305.685

318.581

Pihak ketiga

5.959.968

3.866.450

JUMLAH ASET

442.994.197

318.908.353

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS 2012 2011

Simpanan dari nasabah

Pihak berelasi 1.484.745 836.835
Pihak ketiga 368.789.454 322.590.757

Dana simpanan syariah

232.813 148.628

Simpanan dari bank bank lain

2.330.295 3.466.962

Liabilitas keuangan untuk diperdagangkan

48.474 44.393

Utang akseptasi

5.839.495 4.043.322

Efek efek utang yang diterbitkan

2.521.877 1.481.018

Liabilitas pajak kini

216.614 216.614

Pinjaman yang diterima

128.018 449.188

Liabilitas imbalan pasca kerja

2.854.612 2.251.449

Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain lain

5.620.847 3.693.094

JUMLAH  LIABILITAS

390.067.244 339.165.506

Dana syirkah temporer

1.029.011 715.507
 
EKUITAS 2012 2011

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk

   

Modal saham-nilai nominal Rp 62,50 (nilai penuh) per saham. Modal dasar : 88.000.000.000 lembar saham. Modal ditempatkan dan disetor penuh : 24.655.010.000 lembar saham

 

 

1.540.938

 

 

1.540.938

Tambahan modal disetor

4.396.429 3.895.933

Modal saham diperoleh kembali (saham treasuri), harga perolehan : 198.781 saham pada 31 desember 2012 (2011 dan 2010: 289.767.000 saham)

 

 

(617.589)

 

 

(808.585)

Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam valuta asing

221.688 200.5545

Keuntungan yang belum direalisasi atas aset keuangan yang tersedia untuk dijual – bersih

 

857.070

 

695.412

Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali

(111.193) (111.193)

Saldo laba

   

Telah ditentukan penggunannya

653.094 544.901

Belum ditentukan penggunannya

44.881.084 36.036.973

Komponen ekuitas lainnya

5.254 7.983

Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk

51.826.775 42.002.916

Kepentingan non pengendali

71.167 24.424

JUMLAH   EKUITAS

51.897.942 42.027.340

   

JUMLAH  LIABILITAS DAN  EKUITAS

442.994.197 381.908.353

 

 

diatas adalah lampiran laporan keuangan tahunan PT.BCA Tbk tahun 2011 dan 2011. Laporan keuangan ini diharapkan bisa memberi informasi mengenai kondisi, gambaran prospek dan risiko perusahaan bca dalam jangka waktu periode 2011 – 2012. Laporan keuangan ini memuat informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan PT.BCA.Tbk yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

PT BANK CENTRAL ASIA Tbk

Laporan Laba Rugi

Untuk tahun yang berakhir 31 Desember

 

PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL 2012 2011

Pendapatan bunga

28.885.290 25.783.993

Beban bunga

(7.647.167) (7.730.157)

Pendapatan bunga bersih

21.238.123 18.053.836

Pendapatan provisi dan komisi

5.455.094 4.556.046

Beban provisi dan komisi

(1.770) (1.365)

Pendapatan provisi dan komisi – bersih –

5.453.324 4.554.681

Pendapatan transaksi perdagangan – bersih

604.736 1.158.948

Pendapatan operasional lainnya

317.773 281.143

JUMLAH PENDAPATAN OPERASIONAL

27.613.956 24.048.708

Beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan

(498.670) (559.209)

Pemulihan estimasi kerugian atas transaksi rekening administratif

719.880

Beban operasional lainnya

Beban karyawan

(6.154.966) (5.204.359)

Beban umum dan administrasi

(6.450.204) (5.468.543)

Lain lain

(254.548) (239.702)
(12.859.718) (10.912.604)

JUMLAH BEBAN OPERASIONAL

(13.358.388) (10.751.933)

Laba operasional bersih

14.255.568 13.296.775

Pendapatan non operasional bersih

430.478 321.983

Laba sebelum pajak penghasilan

14.686.046 13.618.758

Beban pajak penghasilan

Kini

(3.141.702) (2.628.781)

tangguhan

174.116 (172.179)
(2.967.586) (2.800.960)

Laba bersih

11.718.460 10.817.798

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN

Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam valuta asing

21.134 1.296

Keuntungan / kerugian yang belum direalisasi atas aset keuangan yang tersedia untuk dijual :

Sebelum pajak penghasilan

215.544 (64.935)

(beban) pendapatan pajak tangguhan

(53.886) 16.234

Lain lain

(2.729) (184)

Pendapatan komprehensif lain setelah pajak penghasilan

180.063 (47.589)

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF

11.898.523 10.770.209

LABA BERSIH YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA :

Pemilik entitas induk

11.721.717 10.819.309

Kepentingan non – pengendali

(3.257) (1.511)
11.718.460 10.817.798

LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA :

Pemilik entitas induk

11.901.780 10.771.720

Kepentingan non – pengendali

(3.257) (1.511)
11.898.523 10.770.209

Laba bersih per saham dasar dan dilusian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ( rupiah penuh )

480

444

Laporan Laba-Rugi PT BCA Tbk diatas menyajikan informasi hasil usaha perusahaan yang isinya terdiri dari pendapatan usaha dan beban usaha PT BCA Tbk untuk periode 2011 – 2012.  Dimana laba laba bersih / penghasilan BCA tahun 2011 adalah sebesar 10.817.798 dan pada tahun 2012 meningkat sebesar 900.662  , yaitu menjadi 11.718.460. itu menandakan adanya peningkatan penghasilan yang didapat oleh PT BCA tersebut yang menjadikan citra perusahaan tersebut menjadi lebih baik lagi.

 

PT BANK CENTRAL ASIA Tbk

Laporan Saldo Laba

Untuk tahun yang berakhir 31 Desember

2012

2011

Saldo laba awal tahun

45.534.178

36.581.874

Laba bersih setelah PPh

11.718.460

10.817.798

Dana cadangan

(48.474)

(44.393)

Deviden

(857.070)

(695.412)

Saldo laba akhir tahun

56.347.094

46.659.867

 Penjelasan :

  1. Saldo awal tahun adalah 2012, sedangkan saldo akhir tahun adalah 2011. Saldo tersebut didapat dari penjumlahan antara saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya dengan saldo laba yang  belum ditentukan penggunaannya.
  2. Laba bersih setelah pajak penghasilan sesuai dengan laporan laba rugi diatas adalah : Rp 11.718.460
  3. Dana cadangan. UU mengharuskan Perseroan Terbatas menyisihkan jumlah tertentu dari laba bersih untuk cadangan. BCA menyetujui dana cadangan sebesar       dari laba bersih tahun 2011
  4. Deviden adalah bagian dari laba yang dibagikan pada pemegang saham dikarenakan PT.BCA Tbk mengalami keuntungan.
  5. Saldo laba akhir tahun didapat dari penjumlahan saldo laba awal tahun dan laba bersih setelah PPh dikurangi dengan dana cadangan dan deviden.

Untuk mempermudahkan perbandingan dan analisis, maka laporan keuangan diatas akan diringkas dan diolah menjadi basis data sebagai berikut :

BASIS DATA DARI LAPORAN LABA RUGI

 

2012 2011

Penjualan bersih

27.613.956 24.048.708

Laba usaha

14.255.568 13.296.775

Biaya bunga

7.647.167 7.730.157

Rugi/ (untung) kurs

21.134 1.296

Biaya/ (hasil) lain lain

2.729 184

Laba sebelum PPh

14.686.046 13.618.758

Laba bersih setelah PPh

11.718.460 10.817.798

 

Penjelasan :

  1. Laba usaha adalah penjualan dikurangi dengan biaya biaya yang normal seperti harga pokok, biaya pemasaran, administrasi dan umum. Untuk tahun 2012: 27.613.956 – 13.358.388 =  14.255.568  untuk tahun 2011 : 24.048.708 – 10.751.933 = 13.296.775
  2. Biaya bunga didapat dari hasil biaya yang tidak terkait langsung dengan usaha pokok. Yang dilihat disini adalah biaya bunga dari kurs, dimana bunga kurs ini harus sepadan dengan jumlah utangnya, jika terlalu kecil kemungkinan ada subsidinya
  3.  Rugi/ (untung) kurs itu sama saja dengan selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam valas

BASIS DATA DARI NERACA

2012 2011

Total aktiva lancar

381.092.371

320.082.266

Kas

(11.054.208)

(10.355.620)

Aktiva lancar net

370.038.163 309.726.646

Aktiva tetap nilai buku

6.406.625

4.144.659

Aktiva usaha

376.444.788 313.871.305

Total aktifitas lain lain

6.265.653 4.185.031

Total kewajiban lancar

5.839.495 4.043.322

Kewajiban jangka panjang

128.018 449.188

Total kewajiban

5.967.513 4.492.510

Hutang usaha

5.839.495 4.043.322

Piutang usaha

4.487.552

3.498.699

Persediaan

        48.474

          44.393

Posisi valas

Total ekuitas

51.897.942 42.027.340

Jumlah lembar saham

4.396.429 3.895.933

Penilaian harga Saham dilakukan untuk menilai mahal atau murahnya harga suatu saham. Sebagai perbandingannya, selain PT BCA Tbk diberikan pula data dari PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk ( akan disingkat menjadi ISM )

Penilaian harga Saham Berbasis Laporan Keuangan

Tahun 2012

BCA ISM

Laba usaha

14.255.568 6.870.594

Laba bersih

11.718.460 4.871.745

Total ekuitas

51.897.942 34.142.674

Jumlah saham

4.396.429 8.780.426.500

Harga saham pada tgl 31 mei 2012

7.901 4.850

OPS = Laba Usaha/Jumlah saham

3,242 0,0007

EPS = Laba bersih/Jumlah saham

2,665 0,0005

BVS = Total ekuitas/Jumlah saham

11,804 0,0038

PER = Harga saham/EPS

2964,7 9.700.000

PBV = Harga saham/BVS

669,34 1.276.316

Operating profit per share untuk BCA adalah Rp 3,242/saham sedangkan untuk ISM adalah Rp 0,0007/saham. Earning per share nya BCA adalah Rp 2,665/lembar  sedangkan Earning per share nya ISM adalah Rp 0,0005 /lembar . book value per share untuk BCA adalah Rp 11,804 untuk ISM adalah Rp 0,0038. Price earning ratio untuk BCA adalah 2964,7x dari EPSnya untuk ISM adalah 9.700.000x dari EPSnya. Lalu price to book value untuk BCA adalah 669,34x dari EPSnya untuk ISM adalah 1.276.316 x dari EPSnya

Semakin rendah PER suatu saham maka semakin baik atau murah harganya karena dapat memberikan hasil yang lebih tinggi. Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa PER BCA lebih rendah dari PER ISM, yaitu untuk BCA sebesar 2964,7 dan ISM sebesar 9.700.000 itu artinya saham BCA lebih baik daripada saham ISM.

Sementara itu, suatu saham dengan PBV kecil pada umumnya adalah lebih mahal dibanding dengan saham lain yang PBV nya lebih besar. PBV BCA juga lebih rendah jika dibandingkan dengan ISM yaitu sebesar 669,34 untuk BCA dan 1.276.316 untuk ISM artinya saham BCA lebih mahal dari pada saham ISM.

Kesehatan harga saham

Harga yang murah belum tentu ekonomis dan menjadi pilihan. Tidak semua investor memilih membeli harga saham yang lebih murah. Itu tergantung dengan penilaian serta pertimbangan mereka sendiri. Untuk itu dapat dilihat dari tabel berikut :

Analisis Rasio

                                                                                        2012

Dalam Rp. juta

Penjualan bersih

27.613.956

Laba Usaha

14.255.568

Laba bersih

11.718.460

Aktiva lancar net

370.038.163

Aktiva Usaha

376.444.788

Total kewajiban

5.967.513

Kas & setara

11.054.208

Hutang Usaha

5.839.495

Ekuitas

51.897.942

ANPN : Aktiva Lancar Net/ Penjualan

13,41 %

LUPN  : Laba Usaha/ Penjualan

0,52%

LUAN  : Laba Usaha/ Aktiva Lancar

0,04 %

LUAH  : Laba Usaha/ Aktiva Usaha

0,038%

KWLU : Total Kewajiban/ Laba Usaha

0,5 tahun = 6 bulan

ROE     : Laba Bersih/ Ekuitas

0,23%.

DER     : Kewajiban/ Ekuitas

0,12x

penjelasan  rasio-rasio pada tabel diatas:

  1. ANPN adalah hasil pembagian antara Rasio Aktiva Lancar dengan  Penjualan. Hasil ini menunjukkan tingkat perputaran atau tingkat efisiensi penggunaan Aktiva Lancar. Semakin Kecil Rasionya maka efisiensi penggunaan semakin baik. Jika dilihat pada tabel diatas maka diketahui bahwa ANPN BCA 13,4004038754896 = 13,41 %  artinya  tingkat efisiensi penggunaan aktiva lancar  PT Bank Central Asia Tbk sudah cukup baik.
  2. LUPN adalah hasil bagi antara laba usaha dengan Penjualan. Berdasarkan perhitungan PT Bank Central Asia Tbk, untuk tahun 2012 nilai LUPN-nya adalah 0,516245046526474  atau sama dengan 0,52% . semakin besar persentase semakin baik, artinya daya tahan saham BCA kurang baik
  3. LUAN adalah hasil bagi antara Laba Usaha dengan Aktiva Lancar Net. Untuk BCA sebesar 0,0385245886111482 = 0,04 %. Menunjukkan kemampuan BCA dalam menghasilkan laba masih kurang dan perlu ditingkatkan lagi.
  4. LUAH adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba sebesar 0,0378689477299922 = 0,038% rasio LUAN yang lebih tinggi dari bunga pinjaman merupakan petunjuk bahwa kemugkinan layak untuk memperbesar usaha bunga pinjaman BCA sebesar 7.647.167. Hasil ini menunjukkan bahwa menambah investasi bagi PT BCA Tbk bukanlah pilihan yang bijaksana.
  5. KWLU perusahaan PT BCA Tbk pada tahun 2012 adalah sebesar 0,418609276038668 = 0,5 tahun. Artinya dalam 6 bulan total kewajiban dapat ditutupi dengan laba usaha. Ini menunjukkan kemampuan PT BCA dalam memenuhi kewajibannya sangat baik karena BCA hanya dalam waktu 6 bulan sudah dapat menutup semua kewajibannya dan kemungkinan pailit menjadi lebih kecil.
  6. ROE adalah laba bersih dibagi dengan ekuitas. Dimana, nilai ROE BCA  tahun 2012 sebesar 0,225798163634311 = 0,23%. ROE sama dengan LUAN dan LUAH yaitu menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba
  7. DER BCA sebesar 0,114985542201269 = 0,12x  DER menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban dari ekuitasnya.

Rasio Analisis

2012

1. Liquidity Ratio

Current ratio

1,13568674072002

Quick ratio

0,0164244116842582

Cash flow liquidity ratio

0,0320353302980755

2. Activity ratio

Account receivable turn over

1,9370645911829

Average collection period

0,51624504652674

Inventory turn over

0,257397258642742

Fixed asset turn over

2,06716229533084

Total asset turn over

0,0623348029996881

3.Laverage Ratio (Solvabilitas)

Debt Ratio

0,880524500414618

Debt to equity

7,52636535844684

Long Term Debt

51.954.793

Times interest earned

1,86416329079776

Fixed charge converage

1,88090386936757

4. Rentability (Profitability)

Gross profit margin

0,531834192826265

Operating profit margin

1,21650524044968

Net profit margin

0,424367301809274

5.Beberapa istilah dan ratio lainnya

Arus kas

63.616.402

EPS

3,243/lembar

Earning Yield

0,01

PER (Price Earning Ratio)

2436,3x dariEPSnya

POR (Pay Out Ratio)

264283,1

Deviden Yield

108,476

 

Rasio analisis diatas membantu kita untuk memahami apa yanng perlu dilakukan oleh PT. BCA Tbk sesuai dengan informasi yang tersedia dan juga untuk membuat evaluasi mengenai hasil hasil pengoperasian perusahaan serta memperbaiki kesalahan kesalahan dan menghindari keadaan yang dapat menyebabkan kesulitan keuangan pada PT ini. Analisis rasio juga dapat digunakan untuk membimbing investor dan kreditor untuk membuat keputusan atau pertimbangan tentang pencapaian perusahaan BCA dan prospeknya pada masa yang akan datang.

Pada rasio likuiditas, dimana rasio ini berfungsi untuk mengukur kemampuan PT BCA Tbk dalam menjamin kewajiban-kewajiban lancarnya / kewajian financial jangka pendek yang berupa hutang – hutang jangka pendek . Rasio ini terdiri dari

Rasio kas (cash ratio) Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia dan yang disimpan diBank. Di tahun 2012, cash ratio PT BCA Tbk  sebesar 0,0320353302980755,

 Rasio cepat (quick ratio) Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid. Quick ratio PT BCA untuk tahun 2012 sebesar 0,0164244116842582,

Rasio lancar (current ratio) Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki. Dimana untuk BCA, rasio lancarnya adalah sebesar sebesar 1,13568674072002. Artinya kemampuan PT BCA Tbk untuk membayar hutangnya untuk setiap Rp 1 hutang lancar dijamin oleh Rp 1,13568674072002 aktiva lancar.

Ratio leverage (Solvabilitas) yaitu rasio yang mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemiliknya dengan dana yang dipinjam dari kreditur perusahaan tersebut. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang rasio ini menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman (Bank).

Total Debt to Equity Ratio (Rasio Hutang terhadap Ekuitas) Merupakan Perbandingan antara hutang – hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya . untuk tahun 2012 PT BCA Tbk sebesar 7,52636535844684. Lalu untuk Total Debt to Total Asset Ratio BCA (Rasio Hutang terhadap Total Aktiva) sebesar 0,880524500414618. Dimana rasio ini merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibelanjai oleh hutang.

Rasio rentabilitas (yang disebut juga sebagai ratio profitabilitas)  adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan BCA dalam mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Gross Profit Margin ( Margin Laba Kotor) PT BCA Tbk tahun 2012 sebesar  0,531834192826265.  Kondisi ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai BCA sebesar 0,531834192826265 dari jumlah penjualan. Net Profit Margin (Margin Laba Bersih) Merupakan rasio yang digunaka nuntuk mengukur laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan, untuk BCA sebesar  0,424367301809274

Satu Tanggapan to “analisis laporan keuangan PT BCA Tbk”

  1. andri gunawan Maret 30, 2014 pada 1:12 pm #

    hai reinyseruni, boleh minta word atau pdf tentang analisis mu ini? kalau bisa dengan perhitungan nya juga. kirim blh ke andrigun93@gmail.com

    ditunggu ya makasih sis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: