seputar PT.BCA Tbk

24 Mei

Variabel – Variabel Makro Ekonomi yang Mempengaruhi Perkembangan

 PT. Bank Central Asia, Tbk

  1. 1.    Inflasi

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-meneru. Inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu biasanya Bank sentral suatu negara pada umumnya berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat yang wajar.  Semakin  tinggi  suku  bunga,  inflasi  juga  semakin  tinggi, misalnya  kebijakan uang  ketat,  dengan menaikkan  suku  bunga melalui  operasi  pasar  terbuka,  akan berdampak positif bila dilihat dari penekanan terhadap jumlah uang yang beredar,tetapi hal ini akan menimbulkan masalah dalam sektor riil akibat dana masyarakat terserap  semuanya  ke  perbankan,  sehingga  produksi  nasional  terhambat  dan harga-harga  akan  meningkat  tajam  dengan  langkanya  produk  di  pasaran. Tingkat inflasi dapat berpengaruh positif maupun negatif tergantung pada derajat inflasi itu sendiri. Inflasi yang berlebihan dapat merugikan perekonomian secara keseluruhan, yaitu dapat membuat perusahaan kebangkrutan. Jadi dapat disimpulkan bahwa inflasi yang tinggi akan menjatuhkan harga saham di pasar, sementara inflasi yang sangat rebdah akan berakibat pertumbuhan ekonomi menjadi sangat lamban, dan pada akhirnya harga saham juga bergerak secara lamban

  1. 2.    Suku Bunga Bank Indonesia

Suku Bunga Bank Indonesia (BI Rate) merupakan suku bunga Bank Indonesia yang ditetapkan dalam rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia

  1. 3.    Tingkat Suku Bunga

Tingkat  suku  bunga  (interest  rate)  adalah  harga  atau  biaya  kesempatan (opportunity)  atas  penggunaan  atau  uang  yang  harus  dibayar  karena  daya  beli (purchasing  power)  dana  tersebut  pada  saat  sekarang. Bagi  pengguna  dana  atau peminjam,  tingkat  suku  bunga  adalah  biaya  untuk  penggunaan  dana  lebih  awal, sedangkan bagi yang meminjamkan dana atau investor, tingkat suku bunga adalah pendapatan  karena  penundaan  kesempatan  untuk  menggunakan  dana  tersebut. Tingkat suku bunga mempunyai dampak pada kesehatan perekonomian suatu negara. Peningkatan tingkat suku bunga akan menyebabkan penggunaan dana saat ini menjadi  lebih mahal  dan menjadi  pendorong  bagi  investor  untuk menabung. Sebaliknya,  penurunan  tingkat  suku  bunga menyebabkan  penggunaan  dana  saat ini menjadi lebih murah dan menjadi pendorong bagi peminjam.

  1. 4.    Jumlah Uang Beredar

Jumlah uang beredar adalah nilai keseluruhan uang yang berada di tangan masyarakat. jumlah  uang  beredar  (money  supply)  memegang  peran penting  dalam  suatu  Negara.  Berlebihnya  jumlah  uang  beredar  dalam perekonomian suatu Negara akan dapat memberikan tekanan pada nilai tukar mata uang terhadap mata uang asing.

  1. 5.    Produk Domestik Bruto

Produk Domestik Bruto adalah nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. PDB terbagi atas dua yaitu PDB real dan PDB nominal. PDB real adalah salah satu indikator yang paling banyak bicara mengenai kondisi perekonomian dan perilisan data awal hampir selalu menggerakkanpasar.
PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + ekspor – impor

  1. 6.    Nilai tukar

Menurut mankiw (2007), nilai  tukar mata uang antara dua Negara adalah harga mata  uang  yang  digunakan  oleh  penduduk  Negara-negara  tersebut  untuk saling  melakukan  perdagangan  antara  satu  sama  lain. Nilai  tukar mencakup dua mata uang yang titik keseimbangannya ditentukan oleh penawaran dan  permintaan  dari  kedua mata  uang kenaikan kurs US$ yang tajam terhadap rupiah akan berdampak negative terhadap emite yang memiliki utang dalam dolar sementara produk emiten tersebut dijual secara lokal

  1. 7.    Cadangan Devisa

Cadangan devisa merupakan mata utang asing (misalnya US$) yang dipegang oleh Pemerintah atau Bank Sentral setiap Negara yang pada umumnya digunakan sebagai cadangan International ( Lipsey, 1990:499)

Tabel. Data Makro Ekonomi Periode 2005-2010

 

Tahun

Makro Ekonomi

Kurs (Rp) Inflasi (%) Suku Bunga (%) Uang Beredar (Miliar Rupiah)

2005

9.753,93

10,40

9,18

1.094.443,17

2006

9.210,33

13,33

11,83

1.263.644,42

2007

9.185,05

6,40

8,60

1.465.048,08

2008

9.740,59

10,31

9,18

1.704.821,83

2009

10.459,86

5,21

7,31

1.975.682,33

2010

9.132,34

5,13

6,39

2.216.349,58

Sumber : Bank Indonesia,data diolah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: