Teori Suku Bunga Klasik

24 Mar

Teori Suku Bunga Klasik

Variabel yang mempengaruhi permintaan uang disini adalah :

1)        HARGA – hubungannya positif

Kenapa harga bisa mempengaruhi permintaan uang?  Karena untuk mempertahankan tingkat konsumsi yang sama dibutuhkan uang yang lebih banyak (uang pada masa ini hanya untuk transaksi)

P    naik  – DM   naik      ( DM = permintaan akan uang )

2)        OUTPUT / TRANSAKSI – hubungannya positif

Output    naik  – pertumbuhan ekonomi    naik   – DM     naik –  P   naik  –  T   naik

Dimana produksi barang yang ditransaksikan (volumenya) GDP nominal

3)        VELOCITY OF MONEY – hubunganya negatif

V    turun  – P naik    – DM   naik  jadi V  turun   – DM    turun

Contohnya : adanya kartu kredit & harga itu mengalami inflasi

Menurut kaum klasik, suku bunga menentukan besarnya tabungan maupun investasi yang akan dilakukan dalam perekonomian yang menyebabkan tabungan yang tercipta pada penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu sama yang dilakukan oleh pengusaha. beranjak dari teori ekonomi mikro, teori klasik mengatakan bahwa tingkat bunga merupakan nilai balas jasa dari modal. Dalam teori klasik, stok barang modal dicampuradukkan dengan uang dan keduanya dianggap mempunyai hubungan subtitusif. Semakin langka modal, semakin tinggi suku bunga. Sebaliknya, semakin banyak modal semakin rendah tingkat suku bunga (Nasution dalam Badriah Sappewali,2001).

Investasi juga merupakan fungsi dari suku bunga. Makin tinggi suku bunga, keinginan masyarakat untuk melakukan investasi juga semakin kecil. Alasannya, seorang pengusaha akan menambah pengeluaran investasinya apabila keuntungan yang diharapkan dari investasi lebih besar dari suku bunga yang harus dibayar untuk dana investasi tersebut merupakan ongkos untuk penggunaan dana (Cost of Capital). Makin rendah suku bunga, maka pengusaha akan lebih terdorong untuk melakukan investasi, sebab biaya penggunaan dana juga makin kecil.

Suku bunga dalam keadaan keseimbangan (artinya ada dorongan untuk naik atau turun) akan tetapi keinginan masyarakat untuk menabung sama dengan keinginan masyarakat untuk melakukan investasi. Secara grafik keseimbangan suku bunga dapat digambarkan sebagai berikut

Keseimbangan tingkat bunga berada pada titik i0 dimana jumlah tabungan sama dengan jumlah investasi. Apabila tingkat bunga berada diatas i0, berarti jumlah tabungan melebihi keinginan pengusaha untuk melakukan investasi. Para pemilik dana akan bersaing untuk meminjamkan dananya dan persaingan ini akan menekan tingkat bunga turun kembali ke posisi i0. sebaliknya, bila tingkat bunga rendah berada di bawah i0, maka para pengusaha akan bersaing untuk mendapatkan dana yang relatif lebih besar jumlahnya. Persaingan ini akan mendorong tingkat bunga naik lagi ke i0.

Misalnya terjadi kenaikan efisiensi produksi, maka akan mengakibatkan keuntungan yang diharapkan meningkat sehingga pada tingkat bunga yang sama para pengusaha bersedia membayar dana yang lebih besar untuk membiayai investasi, atau untuk dana investasiyang sama jumlahnya, para pengusaha bersedia membayar tingkat bunga yang lebih tinggi. Keadaan ini ditunjukkan dengan bergesernya kurva permintaan investasi ke kanan atas, sehingga keseimbangan tingkat bunga yang baru adalah pada titik i1 (Nopirin,1993).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: