SDA dan lingkungan

27 Okt

Sumber daya alam seperti air, udara, lahan, minyak bumi, hutan dan lain-lain merupakan sumber daya yang esensial bagi kelangsungan hidup manusia.  Hilangnya atau berkurangnya ketersediaan sumberdaya tersebut akan berdampak besar bagi kelangsungan hidup manusia. Persoalan mendasar sehubungan dengan pengelolaan sumberdaya alam adalah bagaimana mengelola SDA tesebut agar dapat menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi manusia dengan tidak mengorbankan kelestarian SDA tersebut.

Alokasi sumber daya dinyatakan efisien apabila sumber daya tersebut tidak ditransfer pada penggunaan yang lain sehingga menyebabkan seseorang menjadi lebih baik dan pada saat yang sama tanpa mengakibatkan yang lainnya mengalami kemunduran ( worse off )

Sumber daya alam ( SDA ) itu sendiri artinya adalah segala sesuatu yang masih terdapat didalam ataupun diluar bumi yg masih potensial dan belum dilibatkan dalam proses produksi untuk meningkatkan tersedianya kebutuhan manusia.

pada kurva, awal mula tahun 50 -60 an SDA itu sangat sangat berlimpah dan dipakai secara terus menerus. Saat itu populasi di dunia jg masih terbilang sedikit, begitupun dengan polusi yang dihasilkan. Seiring berjalannya waktu ( perubahan zaman ), SDA yang ada mulai berkurang jumlahnya, dikarenakan populasi yang selalu bertambah tiap tahunnya. Pertambahan populasi itu menyebabkan pertambahan penggunaan SDA. Namun di zaman setelah krisis, manusia mulai memikirkan pembangunan yang ditujukan juga sebagi generasi penerus yang akan datang. SDA tidak lagi dipakai secara besar besaran, namun dipakai sesuai dengan kebutuhan dan selalu berusaha untuk menghemat dan melestarikannya. Begitu pula dengan populasi, adanya penurunan drastis terhadap laju populasi. Penurunan populasi itu dibarengi dengan penurunan tingkat polusi yang terjadi. SDA konstan ( pada kurva diatas ) disebabkan karena konsumen mulai melakukan penghematan SDA. Dengan tujuan SDA itu dihematkan agar bisa dinikmati lebih lama oleh generasi penerus selanjutnya

Dalam pandangan ilmu ekonomi, sumber daya diartikan sebagai faktor produksi untuk menghasilkan output.  Dalam pengertian ini sumber daya merupakan komponen yang diperlukan untuk aktivitas ekonomi yang secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :

Y = f(X1, X2,………….Xn)

Jika sumber daya menjadi langka, hal ini akan tercermin dalam dua indikator ekonomi, yakni meningkatnya harga output akibat biaya ekstraksi per satuan output.  Meningkatnya harga output akibat meningkatnya biaya per satuan output akan menurunkan permintaan terhadap barang dan jasa.  Di sisi lain peningkatan harga output menimbulkan insentif kepada produsen SDA untuk berusaha meningkatkan suplai.  Namun karena keterbatasan sumber daya, kombinasi dampak harga dan biaya menimbulkan insentif untuk mencari sumber daya subtitusi dan peningkatan daur ulang.

Pada dasarnya SDA dikelompokkan menjadi 2 kelompok utama :

  1. SDA yang tak dapat diperbaharui  (exhaustible resources = stock resources = fund resources)

Artinya , sumber daya tersebut sifatnya dapat dipakai habis atau berubah secara kimiawi melalui penggunaan dan biasanya mempunyai umur penggunaan yang lama &  seringkali dapat dipakai ulang.

Contoh : metal, batu bara, minyak bumi, gas bumi (segala jenis hasil galian/tambang)

Beberapa konsep pengukuran ketersediaan untuk SDA yang tak dapat diperbarui :

v Sumber daya Hipotetikal, pengukuran deposit yang belum diketahui, namun diharapkan ditemukan di masa mendatang, berdasarkan survey yang dilakukan saat ini.

v Sumber daya Spekulatif , mengukur deposit yang mungkin ditemukan di daerah yang sedikit atau belum di eksplorasi, dimana kondisi geologi memungkinkan ditemukannya deposit

v Cadangan kondisional (conditional reserves), deposit yang sudah diketahui atau ditemukan, namun dengan kondisi harga (output) dan teknologi yang ada saat ini belum bisa dimanfaatkan secara ekonomis.

v Cadangan terbukti (proven resource) ,SDA yang sudah diketahui dan secara ekonomis dapat dimanfaatkan dengan teknologi, harga, dan juga permintaan yang ada saat ini.

 

  1. SDA yang dapat diperbarui (renewable resources = flow resources)

Artinya , sumber daya tersebut terus ada walaupun dipakai atau tidak oleh manusia. Sumber daya ini dapat diperbarui baik oleh alam sendiri maupun dengan bantuan manusia

Contoh : Air, Angin, Cuaca, Gelombang Laut, Sinar Matahari, dll

 

 

Beberapa konsep pengukuran ketersediaan untuk SDA yang dapat diperbarui :

v Potensi maksimum sumberdaya ,konsep yang didasarkan pada pemahaman untuk mengetahui potensi atau kapasitas sumbedaya guna menghasilkan barang dan jasa pada jangka waktu tertentu. Pengukuran ini biasanya didasarkan pada teoritis. Misal : kapasitas bumi dalam penyediaan pangan (Pengukuran ini biasanya tanpa memperhitungkan kendala sosial ekonomi. )

v Kapasitas Lestari / produksi lestari (sustainable capacity/sustainable yield), Konsep pengukuran keberlanjutan dimana ketersediaan sumberdaya diukur berdasarkan kemampuan untuk menyediakan kebutuhan generasi kini dan masa mendatang

v Kapasitas penyerapan (Absorptive capaity) à kemampuan SDA pulih untuk menyerap limbah akibat aktivitas manusia.

v Kapasitas Daya Dukung (carrying capacity) à Pengukuran ini didasarkan pada pemikiran bahwa lingkungan memiliki kapasitas maksimum untuk mendukung suatu pertumbuhan organisme.

 

Perhatian terhadap lingkungan semakin luas, diawali dengan KTT bumi pertama di stockholm tahun 1972. Hal ini menunjukkan pentingnya lingkungan hidup sebagai sumber daya alam yang patut terus menerus dapat di eksploitasi demi berkelanjutan pembangunan dan kelestarian sumber daya itu sendiri. Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa harus mengorbankan kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya sendiri. Dalam aktifitas ekonomi perlunya memperhatikan kelestarian penggunaan sumber daya itu sendiri.

Penggunaan dan pemakaian SDA akan menimbulkan eksternalitas. Eksternalitas itu adalah kerugian atau keuntungan-keuntungan yang diderita atau dinikmati pelaku ekonomi karena tindakan pelaku ekonomi lain. Eksternalitas itu ada dua. Ada eksternalitas positif ( dampak yang menguntungkan bagi pihak lain ) dan juga eksternalitas negatif  ( dampak yang merugikan pihak lain ).

Beberapa tindakan yang dianggap penting dalam mengatasi masalah eksternalitas menurut Fauzi ( 2004 ) adalah dengan memberikan hak kepemilikan, internalisasi dan pemberlakuan pajak.

Pemberian kepemilikan akan memberikan manfaat dari pertukaran, disamping itu dengan diketahui pemiliknya maka dapat diketahui apa yang menyebabkan eksternalitas sehingga dapat diketahui yang melakukan eksternalitas

Internalisasi dalam mengatasi masalah eksternalitas adalah dengan menyatukan proses pengambilan keputusan dalam suatu unit usaha. Memasukkan nilai kerugian sosial akibat eksternalitas merupakan upaya dalam perhitungan fungsi keuntungan dan biaya dari kegiatan ekonomi. berarti menginternalkan eksternalitas tersebut sebagai biaya produksi yang akan mengurangi keuntungan usaha.

Pemberlakuan pajak ( instrumen pajak ) juga dapat digunakan sebagai kompensasi kerusakan lingkungan yang diakibatkan dalam suatu kegiatan ekonomi. Dengan pengenaan pajak maka akan ada biaya yang harus dikeluarkan sebagai kompensasi atas kerusakan lingkungan. Pajak yang dikeluarkan setidaknya harus dapat kembali digunakan untuk memperbaiki lingkungan yang rusak dan kompensasi sosial bagi masyarakat setempat.

Selama ini kerusakan lingkungan hidup secara fisik merupakan tumbal dari berbagai konsep dan praktek pembangunan. Berbagai dampak yang dirasakan seperti bencana alam berupa banjir dan kekeringan yang terjadi akibat ilegal loging, penangkapan ikan menggunakan pukat dan tindakan perusak lainnya terhadap sumber daya alam. Gejalah eksploitasi mengarah pada tindakan pengrusakan dan pemusnahan ekosistem lingkungan hidup dan sumber sumber kehidupan.

 

_ semoga bermanfaat _

Reiny😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: