Perencanaan pembangunan

27 Okt

Perencanaan pembangunan adalah suatu pengarahan penggunaan sumber-sumber pembangunan yang terbatas untuk mencapai keadaan keadaan social ekonomi yang lebih baik, secara efektif dan efisien

Ada juga yang berkata Perencanaan pembangunan adalah upaya untuk mengantisipasi ketidakseimbangan yang terjadi dicapai sebagai tolak ukur keberhasilan proses pembangunan yang bersifat akumulatif, atau sebagai peran arahan bagi proses pembangunan untuk berjalan menuju tujuan yang ingin.

Sedangkan proses pembangunan adalah suatu proses dalam membangun negeri dengan persiapan yang sistematis dan menggunakan sumber sumber yang ada secaraefisien dan efektif agar mencapai keadaan sosial ekonomi yang lebih baik.

Ciri ciri & tujuan perencanaan pembangunan :

v  Berisi upaya untuk mencapai perkembangan ekonomi

v  Meningkatnya pendapatan perkapita

v  Merubah struktur ekonomi

v  Meningkatnya kesempatan kerja bagi masyarakat

v  Pemerataan pembangunan

 

Fungsi perencanaan pembangunan menurut Albert Waterson :

v  Perencanaan yang seluas-luasnya : Dalam arti mempersiapkan secara sistematis mengenai kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan dan sasaran.

v  Bagaimana mencapai tujuan dan sasaran secara produktif, efektif dan efisien dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia.

v  Penentuan tujuan yang akan dilakukan/dilaksanakan, bilamana, bagaimana dan oleh siapa.

v  Melihat kehidupan dengan mengambil pilihan berbagai alternatif dan kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran agar pelaksanaannya tidak menyimpang dari tujuan

Ada 3 (tiga) unsur penting dalam perencanaan pembangunan :

v  Koordinasi

v  Konsistensi antara berbagai variabel social ekonomi suatu masyarakat

v  Penetapan skala prioritas

 

Tantangan Perencanaan Pembangunan:

v  Menghadapi dinamika perubahan serta kompleksitas permasalahan pembangunan nasional tersebut di atas, maka SPPN dituntut untuk mampu:

v  Mengalokasikan sumberdaya pembangunan kedalam kegiatan-kegiatan melalui kelembagaan-kelembagaan dalam konteks untuk mencapai masa depan yang diinginkan;

v  Fleksible dengan horizon perencanaan yang ditetapkan, sehingga tidak terlalu kaku dengan penerapan konsep pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang;

v  Memperluas dan mendiseminasikan kemampuan perencanaan ke seluruh lapisan masyarakat.

 

Menurut Arthur Lewis dan Alberet Waterson beberapa kelemahan perencanaan pembangunan di negara-negara berkembang, yaitu :

v  Seringkali hanya dijadikan dokumen politik yang membahas mengenai cita-cita pembangunan yang dikehendaki atau yang diinginkan

v  Sering kurang mendapatkan dukungan politik dan kurangnya kestabilan politik

v  Kurangnya hubungan dan koordinasi antara penyusun rencana dengan rencananya (Team) serta pelaksana rencana dengan para pelaksananya

v  Dalam pemilihan (dalam bidang) berbagai alternatif, sehingga menguntungkan bagi suatu pihak dan merugikan bagi pihak lainnya (trade offs), dalam hal ini perlu ada kesepakatan antara berbagai tujuan pembangunan tersebut (reconciliation)

v  Kurang dukungan data statistik, hasil penelitian dan informasi yang mendukung untuk satu perencanan

v  Kurang menguasai teknik-teknik perencanaan dan kurangnya sumber daya manusia untuk itu.

v  Kurang menyadari dan kurang perhatian, bahwa perencanaan merupakan suatu proses yang saling berhubungan erat antara perencanaan dengan pelaksanaannya.

v  Kurangnya kemampuan administrasi pemerintahan untuk pelaksanaan rencana pembangunan. Administrasi dan politik seringkali merupakan hambatan utama dalam pelaksanaan perencanaan pembangunan.

 

_ semoga bermanfaat _

Reiny😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: