pajak

22 Jul

Pajak adalah suatu pungutan yang merupakan hak prerogatif pemerintah, pungutan tersebut didasarkan pada undang undang, pungutannya dapat dipaksakan kepada subyek pajak untuk dimana tidak ada balas jasa yang langsung dapat ditunjukkan penggunaannya. Misal : PPH

Sebaliknya, retribusi adalah pungutan pemerintah karena pembayar menerima jasa tertentu dari pemerintah. Misal : pungutan parkir dan pembayaran listrik.Teori yang menganalisis pihak yang menderita beban pajak disebut teori insidens pajak ( tax incidence theory ). Pada umumnya ada 3 konsep beban pajak. Yaitu :

  1. 1.    Insiden pajak absolut ( absolute incidence )

Analisis ini hanya melihat pengaruh suatu jenis pajak ( misalnya pajak pendapatan ) terhadap distibusi pendapatan masyarakat tanpa melihat efek pemerintah ( pengeluaran pemerintah ). Misal : menganalisis dampak retribusi pajak penghasilan saja.

 

  1. 2.    Insiden pajak diferensial ( diferential incidence )

Analisis ini melihat pengaruh distribusi pendapatan dari suatu jenis pajak apabila digantikan dengan jenis pajak lain untuk membiayai aktifitas pemerintah dalam jumlah yang sama.

 

  1. 3.    Insiden pajak anggaran berimbang ( balance – budget incidence )

Ini melihat pengaruh distribusi suatu pajak terhadap pengeluaran pemerintah yang dibiayai dari penerimaan penerimaan pajak dalam jumlah yang sama.

 

Pendekatan pada analisi insidens pajak dapat dilaksanakan dengan dua pendekatan yaitu :

  1. Pendekatan keseimbangan parsial

Yaitu suatu pendekatan dimana yang dianalisis adalah distribusi pendapatan yang terjadi dalam suatu pasar saja sebagai akibat adanya suatu pajak. Misalnya : menganalisis insiden cukai tembakau. Insiden ini hanya melihat akibat dari cukai tembakau dari konsumen dan produsen rokok saja

  1. Pendekatan keseibangan umum

Menganalisis pengaruh suatu jenis pajak dalam suatu pasar tehadap keseimbangan pada pasar pasar lainnya terkaitdengan pihak yang dikenakan pajak tersebut.  Misal : contohnya pada pendekatan satu. Namun juga menganalisis penawaran dan permintaan barang barang lain atau permintaan dan penawaran faktor faktor produksi yang terkait dengan rokok dalam perekonomian sebagai akibat tindakan pemerintah mengenakan cukai tembakau. 

 

Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan termasuk salah satu pajak yang menimbulkan distorsi, walaupun secara umum pajak penghasilan yang diterapkan secara menyeluruh menimbulkan distorsi yang paling kecil. Namun, jika ditinjau dari segi keadilan maka pajak penghasilan merupakan pajak yang baik karena pajak ini struktur pajaknya dibuat menjadi progresif. Pajak penghasil dikatakan mempunyai tarif yang besar yang progresif apabila persentase pajak ( terhadap pendapatan ) semakin besar dengan semakin tingginya tingkat pendapatan.

Pajak penghasilan dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu pajak pendapatan perseorangan dan pajak perseroan ( pajak badan )

 

  1. 1.    Pajak perseorangan ( personal taxes )

Pajak perseorangan adalah pajak yang dikenakan pada seseorang tanpa mengingat jumlah pendapatannya, tabungannya, ataupun pengeluarannya.pajak ini dikenakan dalam jumlah yang sama pada semua orang berdasarkan kriteria tertentu, misalnya status perkawinan, umur, dan sebagainya.

Pajak perseorangan dikatakan juga pajak netral.misalnya, pemerintah mengenakan pajak diri ( poll taxes ) terhadap orang dewasasebagaimana yang dikenakan di inggrispada tahun 1989 pada pemerintahan perdana menteri Thacher. Pajak tersebut tidak merubah pola aktivitas masyarakat karena siapa pun harus membayar pajak tersebut dalam jumlah yang sama, tidak peduli jenis pekerjaan, aktivitas sehari hari, jenis kelamin, dan sebagainya.

Oleh karena itu, pajak akan mengurangi daya beli masyarakat, dan ini akan mengurangi kemampuan masyarakat untuk melakukan konsumsi dan menabung.

Pengaruh pajak perseorangan terhadap pemilihan bentuk tabungan

Pada kenyataannya seseorang dapat memilih berbagai jenis tabungan yang akan dilakukannya.seseorang dapat menyimpan uangnya dalam bentuk tunai dimana simpanan bentuk ini mempunyai tingkat risiko yang sangat rendah, bahkan bisa dikatakan simpanan dalam bentuk tunai tidak mempunyai risiko sama sekali. Risiko disini adalah risiko penurunan nilai tabungan.

Seseorang yang mempunyai uang tunai dapat memilih bentuk tabungan yang dikehendakiny, apakah seluruhnya akan ditabungkan dalam bentuk uang tunai yang tidak memiliki resiko, atau seluruhnya dalam bentuk tabungan lain yang mempunyai risiko tinggi akan tetapi juga mempunyai harapan hasil yang besar pula.

sumbu datar menunjukkan seseorang pada berbagai alternatif bentuk tabungan. Sumbu tegak menunjukkan risiko yang dihadapi seseorang yang memegang berbagai jenis tabungan. Seseorang yang menabungkan seluruh uangnya dalam bentuk tunai akan berada pada titik O yang berarti tidak akan memperoleh hasil. Sebaliknya, ia pun tidak menanggung risiko penurunan nilai tabungannya. Apabila menabung seluruh tabungannya dalam bentuk tabungan yang mempunyai risiko tinggi, maka ia berada pada titik A dimana dia akan memperoleh hasil dari tabungan yang tinggi dengan risiko yang tinggi pula. Seseorang dapat pula memegang tabungannya dalam kombinasi uang tunai dan jenis tabungan yang mengandung risiko.

  1. 2.    Pajak perseroan ( pajak badan )

Pajak pendapatan badan dikenakan pada keuntungan yang diperoleh suatu badan hukum dalam suatu periode tertentu, dan untuk selanjutnya pajak ini akan disebut dengan corporation income tax. Dapat atau tidaknya pajak perseroan digeserkan kepada konsumen tergantung pada struktur pasar dan motivasi pengusaha.

 

Model analisa insidens pajak dengan pendekatan keseimbangan umum sebagaimana dikemukakan oleh harberger menggunakan asumsi asumsi berikut :

 asumsi asumsi berikut :

  1. Dalam perekonomian hanya ada dua faktor produksi yaitu tenaga kerja dan modal. Upah dan sewa modal ditentukan dalam pasar input yang berbentuk pasar persaingan sempurna.
  2. Faktor produksi tenaga kerja dan modal dipergunakan untuk memproduksi barang yang dihasilkan sektor X  dan Y dimana penggunaan faktor produksi tersebut dapat saling menggantikan satu sama lain. Struktur pasar barang X dan Y sifatnya persaingan sempurna.
  3. Dalam setiap sektor, proses produksi yang digunakan mempunyai sifat constant return to scale. Berarti perubahan jumlah input secara  proporsonil yang digunakan dalam suatu proses produksi akan menyebabkan perubahan output sebesar proporsi tersebut. Jadi, misalnya semua faktor produksi ditingkatkan tiga kali maka output meningkat sebesar tiga kali juga.
  4. Faktor intensitas dikedua sektor berbeda beda
  5. Faktor produksi tenaga kerja dan modal kedua duanya dipergunakan sepenuhnya dalam proses produksi dan mempunyai mobilitas sempurna diantara kedua sektor. Selain itu, diasumsikan lebih jauh bahwa faktor produksi tidak berubah.
  6. Analisa insiden pajak keseimbangan umum adalah insiden pajak diferensial yaitu analisa mengenai efek distribusi suatu pajak yang dikenakan untuk menggantikan pajak lain dalam jumlah yang sama. Asumsi ini digunakan agar kita tidak perlu mempertimbangkan perubahan pendapatan yang menyebabkan perubahan permintaan akan output dan perubahan harga faktor fakor produksi.
  7. Semua orang diasumsikan mempunyai preferensi yang samaa, sehingga pengenaan pajak tidak mempengaruhi distribusi pendapatan karena penggunaan pendapatan untuk konsumsi.

Model harberger kemudian disempurnakan oleh mieszkowski dengan membedakan dampak insiden menjadi dua, yaitu efek output dan efek cukai. Selanjutnya model harberger – mieszkowski disempurnakan lagioleh charles mclure yang membuat faktor produksi tidak sepenuhnya mobilitas, yang kemudian dikenal sebagai model HMM , model HMM ini banyak digunakan dalam penelitian penelitian empiris mengenai insiden pajak walaupun kemudian dilakukan dengan pengembangannya. Misalnya dengan menambah baik sektor outputnya maupun sektor inputnya. Model yang paling lengkap hanya mampu dilakukan dengan maksimum tiga sektor output dan tiga sektor input.

Suatu sistem pajak yang baik haruslah memenuhi beberapa kriteria, diantaranya  :

  1. Distribusi dari beban pajak harus adil, setiap orang harus membayar sesuai dengan bagiannya yang wajar
  2. Pajak pajak harus sedikit mungkin mencampuri keputusan keputusan ekonomi tersebuttelah memungkinkan tercapainya sistem pasar yang efisien. Beban lebih pajak harus seminimal mungkin.
  3. Pajak pajak haruslah memperbaiki ketidak efisiensian y ang terjadi disektor swasta, apabila instrument pajak dapat melakukannya.
  4. Struktur pajak haruslah mampu digunakan dalam kebijakan fiskal untuk tujuan stabilisasi dan pertumbuhan ekonomi
  5. Sistem pajak harus dimengerti oleh wajib pajak
  6. Administrasi pajak dan biaya pelaksanaannya haruslah sedikit mungkin
  7. Kepastian
  8. Dapat dilaksanakan
  9. Dapat diterima

 

Tiga ukuran yang biasanya dipakai untuk mengukur kemampuan seseorang dalam membayar pajak adalah :

  1. Pendapatan
  2. Pengeluaran konsumsi
  3. Kekayaan

Walaupun ketiga tiganya merupakan ukuran kemakmuran seseorang, namun pada umumnya ukuran yang dipakai adalah pendapatan. Sehingga prinsip kemakmuran membayar akhirnya diukur dengan menggunakan suatu konsep pengorbanan  ( sacrifice ) sebagai fungsi dari pendapatan seseorang yang dibayarkan sebagai pajak.  Dua orang yang pendapatannya sama haruslah memberikan pengorbanan yang sama pula, sedangkan orang yang pendapatannya berbeda harus memberikan pengorbanan yang berbeda pula

 

Kriteria sistem pajak lainnya adalah :

  1. Unsur kepastian
  2. Biaya administrasi yang minimal
  3.  Pelaksanaan
  4. Dan dapat diterima masyarakat

 

Pemerintah harus dapat menelitiusaha usaha wajib pajak untuk menghindarkan diri dari pembayaran pajak. Misalnya dalam hal pajak pendapatan, pemerintah harus meneliti semua pendapatan wajib pajak, sebab apabila tidak, maka hal ini akan mendorong wajib pajak untuk beralih pada kegiatan kegiatan dimana penghasilannya sulit diketahui oleh petugas pajak.lainnya adalah bahwa suatu sistem pajak juga harus dapat diterima oleh masyarakat sebab suatu sistem pajak yang tidak diterima oleh masyarakat akan menyebabkan usaha usaha untuk menghindarkan diri dari pajak yang lebih besar

 

_ semoga bermanfaat _

Reiny😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: