ALIRAN INSTITUSIONAL

7 Jun

Di Amerika Serikat pada tahun 20-an muncul aliran pemikiran ekonomi: aliran “institusional”. Aliran institusional menolak ide eksperimentasi sebagaimana yang dianut oleh Aliran sejarah. Orang yang paling mempunyai peran terhadap keberadaan aliran institusional adalah THORSTEIN BUNDE VEBLEN (1857-1929).

Veblen pada intinya mengkritik teori2 yang digunakan kaum klasik & Neo-klasik, model2 teoritis & matematis dinilai bias & cenderung terlalu menyederhanakan fenomena ekonomi, mengabaikan aspek2 non-ekonomi seperti kelembagaan & lingkungan. Padahal Veblen menilai pengaruh keadaan & lingkungan sangat besar terhadap tingkah laku ekonomi masyarakat.

Struktur politik dan sosial yang tidak mendukung dapat memblokir & menimbulkan distorsi proses ekonomi.
Bagi Veblen masyarakat adalah suatu kompleksitas tempat setiap orang hidup, setiap orang dipengaruhi serta ikut mempengaruhi pandangan serta perilaku orang lain. Masyarakat merupakan suatu fenomena evolusi, segala sesuatunya terus-menerus mengalami perubahan. Pola prilaku seseorang dalam Masyarakat disesuaikan dengan kondisi sosial sekarang. Jika perilaku tersebut cocok dan diterima, perilaku diteruskan. Sebaliknya, jika suatu perilaku dianggap tidak cocok, perilaku akan disesuaikan dengan lingkungan.
Keadaan dan Lingkungan inilah yang disebut Veblen “Institusi”. Dalam artian yang terkait dengan nilai-nilai, norma-norma, kebiasaan serta budaya. Selanjutnya semuanya terefleksikan dalam kegiatan ekonomi, baik dalam berproduksi maupun mengkonsumsi.

Dalam mengejar tujuan akhir dari kegiatan produksi, yaitu keuntungan. Ada keuntungan yang diperoleh melalui kerja keras dan ada juga yang diperoleh dengan trik-trik licik dengan menggunakan segala macam cara tanpa memperdulikan orang lain. Begitu juga dalam perilaku konsumsi ada perilaku konsumsi yang wajar yaitu ingin memperoleh manfaat atau utilitas yang sebesar-besarnya dari tiap barang yang dikonsumsinya ada pula yang tidak wajar kalau konsumsi ditujukan hanya untuk pamer, yang disebut Conspicuous Consumption.
Perilaku Pengusaha

Untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya, pengusaha tidak segan-segan mematikan usaha si pengusaha sungguhan yang memperoleh keuntungan dengan kerja keras. Salah satu cara dengan melakukan “akuisisi”. Cara lain dengan membanting harga, sehingga produk-produk dari perusahaan perusahaan pesaing tersebut tidak laku, setelah pesaing mati dan keluar dari pasar, biasanya mereka kembali menaikkan harga dan memperoleh laba sangat besar (excessive profit).

Tokoh Institusional lainnya adalah :

1 . WESLEY CLAIR MITCHEL (1874-1948)
Ia juga berjasa dalam mengembangkan metode-metode kuantitatif dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa ekonomi. Salah satu karyanya Business Cycle and Their Causes (1913) dengan menggunakan bermacam data statistik ia kemudian menjelaskan masalah fluktuasi ekonomi.

2 . GUNNAR KARL MYRDAL (1898) dari Swedia
Salah satu pesan Myrdal pada ahli-ahli ekonomi ialah agar ikut membuat value judgement. Jika tidak dilakukan struktur-struktur teoritis ilmu ekonomi akan menjadi tidak realistis.

3 . JOSEPH A. SCHUMPETER (1883-1950)
Mengatakan bahwa sumber utama kemakmuran bukan terletak dalam domain ekonomi itu sendiri, melainkan berada diluarnya, yaitu dalam lingkungan & institusi masyarakat. Lebih jelas lagi, sumber kemakmuran terletak dalam jiwa kewirausahaan para pelaku ekonomi yang mengarsiteki pembangunan. Schumpeter membedakan pengertian invensi dengan inovasi. Invensi adalah penemuan teknik2 produksi baru, sementara inovasi maknanya lebih luas, tidak hanya menyangkut penemuan teknik2 berproduksi baru, jenis material baru untuk produksi, cara usaha & pemasaran baru. Inovasi dianggap sebagai loncatan dalam fungsi produksi. Enterpreneur lebih jeli mencari peluang, mampu merintis & mengatur inovasi, mau mengadopsi teknik, cara & pola baru & yg paling penting adalah berani mengambil resiko.

4 . DOUGLAS NORTH (1993) dari Amerika Serikat
mengatakan bahwa reformasi yang dilakukan tidak akan memberikan hasil nyata hanya dengan memperbaiki kebijaksanaan ekonomi makro. Agar reformasi berhasil, butuh dukungan seperangkat institusi yang mampu memberikan insentif yang tepat kepada setiap pelaku ekonomi. Beberapa contoh institusi yang mampu memberikan insentif tersebut adalah hukum paten & hak cipta, hukum kontrak dan pemilikan tanah. Bagi North institusi adalah peraturan perundang2an berikut sifat2 pemaksaan dari peraturan2 tersebut serta norma2 perilaku yang membentuk interaksi antara manusia secara berulang2

 

Semoga bermanfaat😀

_ reiny _

Satu Tanggapan to “ALIRAN INSTITUSIONAL”

  1. ernest Juni 12, 2014 pada 5:00 am #

    thanks ya..
    udah membantu kami menemukan materinya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: