Tarif Optimum

22 Feb

Tarif optimum adalah tingkat tarif yang dapat memaksimalkan manfaat nettoyang bersumber dariperbaikan nilai tukar perdagangan sehingga dapat melunturkan dampak negatif yang diakibatkan oleh berkurangnya volume perdagangan. Begitu sebuah negara memberlakukan tarif, maka sampai batas tertentu kesejahteraannya akan meningkat hingga ke titik maksimal. Pada titik itulah tarifnya disebut tarif optimum. Jika pemerintah negara yang bersangkutan mengubah tarif itu, maka tarif tersebut tidak lagi optimum sehingga tidak lagi dapat meningkatkan kesejahteraannya bahkan, ia akan merugi. Pada akhirnya negara tersebut justru terdorong untuk mengenakan tarif prohibitif yang hanya akan membuatnya terjerumus ke dalam autarki yang sangat merugikannya sendiri.

Perlu diingat, pengaruh dari tarif optimum ini hanya akan berlangsung sementara saja, oleh karena negara lain yang menjadi mitra dagangnya akan mengalami kemerosotan nilai tukar perdagangan, dan mereka tentu tidak akan membiarkan dirinya dirugikan.Peristiwa ini terjadi karen hubungan kedua negara yang bersifat resiprokal secara negatif. Artinya, jika nilai tukar negara yang satu membaik, maka nilai tukar negara yang lain akan mengalami kemerosotan. Kalau negara pelaku tarif masih diuntungkan oleh meningkatnya nilai tukar perdagangan, maka negara yang menjadi mitra dagang akan mengalami kerugian ganda. Yakni, yang pertama, volume perdagangan merka anjlok, sedangkan yang kedua, nilai tukar perdagangan merka menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Oleh sebab itu tidaklah mengherankan jika negara yang menjadi mitra dagang akan melakukan pembalasan dan ikut menerapkan tarif sampai ke titik optimum.

Meskipun tindakan ini dapat mengembalikan sebagian pendapatan yang hilang, tindakan ini justru kian menciutkan volume perdagangan semua negara.
Seandainya negara lain yang menjadi mitra dagang tidak melakukan pembalasan tarif, keuntungan yang diperoleh oleh negara yang memberlakukan tarif itu pun lebih kecil dibandingkan dengan kerugian yang dialami oleh mitra dagangnya sehingga secara keseluruhan perekonomian dunia tetap saja mengalami kerugian. Jelas bahwa pemberlakuan tarif tidak memunculkan skenario apapun yang lebih baik dibandingkan dengan situasi dalam kondisi perdagangan bebas.

Berbagai perundingan dan perjanjian perdagangan internasional dewasa ini menganggap tarif impor optimum itu sama berbahayanya dengan tarif ekspor optimum.Yang terakhir,negara-negara kecil tidak bisa mencapaitarif optimum,karena setiap tarif yang diberlakukan oleh negara kecil kan membawa akibat berupa kemerosotan nilai tukar perdagangan yang disertai dengan penciutan volume perdagangannya.

Oleh sebab itu tarif sama sekali tidak dapat meningkatkan kesejahteraan negara kecil. Sedangkan untuk negara besar, tarif hanya akan meningkatkankesejahteraan apabila tidak ada tindakan pembalasan dari mitra-mitra dagangnya, dan kemungkinan seperti itu boleh dikatakan mustahil karena tidak ada negara yang rela dirugikan begitu saja. Jadi jelaslah bahwa pilihan yang terbaik bagi negara besar maupun kecil adalah perdagangan bebas

 

Semoga bermanfaat

_ reiny _

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: