Tingkat Proteksi Efektif

20 Feb

Tingkat proteksi efektif yang dihitung atas dasar nilai tambah domestik, atau keuntungan dari proses manifaktur di dalam negreri, akan jauh melampaui tingkat tarif nominal ( dihitung atas dasar harga komoditi final atau setelah kena pajak ). Nilai tambah domestik sama dengan harga final komoditi dikurangi dengan biaya impor barang input untuk keperluan produksikomoditi tersebut di dalam negeri.
Tingkat proteksi efektif penting bagi para produsen dan para pembuat keputusan (yang memutuskan tarif) untuk mengetahui seberapa efektifkah proteksi yang di berikan pemerintah bagi proses manufaktur domestik.
Pada dasarnya pengenaan tarif atau bea masuk terhadap barang impor akan meningkatkan harga barang yag dihasilkan produsen dalam negri. Dampak ini yang menjadi tujuan pengenaan tarif untuk melindungi produsen dalam negeri terhadap persaingan impor yang harganya lebih murah. Namun seberapa besar tarif dikenakan harus hati hati dalam memutuskan karena akan berdampak seberapa besar proteksi yang di berikan.

Cotoh : produsen kain wool domestik memerlukan impor kain wool 80 dolar, dan harga pasaran internasional mantel wool jadi 100,dan pemerintah mengenakan tarif 10% untuk mantel wool jadi. Maka harga mantel di dalam negeri pun 110. Maka produsen mendapat keuntungan lebih dari sebelum di kenakan tarif, dari yang sebelumnya 20 menjadi 30. Dan terdapat kenaikan keuntungan sebesar 50% ((10/20)x100%=50%). Dengan demikian proteksi efektifnya sebesar 50%.
Teori Struktur Tarif
Tarif nominal adalah angka yang dinyatakan sebagai pajak impor. Dalam kenyataannya tarif menimbulkan dampak proteksi yang lebih besar daripada angka tersebut.
Oleh sebab itu kita harus mempelajari pengertian , cara penghitungan dan arti penting tingkat proteksi efektif tersebut.
Hubungan antara tingkat proteksi efektif (g) dan tingkat tarif nominal (t) tehadap komoditi final, yaitu:
1.) Jika rasio komoditi input impor terhadap harga komoditi final dalam kondisi bebas tarif (ai) = 0 maka tingkat proteksi bagi para produsen komoditi final (g) = tingkat tarif nominal yang dibebankan kepada konsumen komoditi final(t).
2.) Pada nilai berapa pun untuk rasio komoditi input impor terhadap haraga komoditi final dalam kondisi bebas tarif (ai) dan tingkat tarif nominal terhadap komoditi input yang diimpor (ti), semakin besar tingkat tarif nominal (t), akan semalin besr tingkat proteksi efektifnya (g).
3.) Pada nilai berapa pun untuk tingkat tarif nominal (t) dan tingkat tarif nominal terhadap komoditi input yang diimpor (ti), semakin besar rasio komoditi inpu impor terhadap harga komoditi final dalam kondisi bebas tarif, akan semakin besar nilai tingkat proteksi efektif (g).
4.) Nilai tingkat proteksi efektif (g) akan makin besar (sama dengan, atau lebih kecil) dari tingkat tarif nominal, jika nilai tingkat tarif nominal terhadap komoditi input yang diimpor (ti) kebih kecil (sama dengan atau lebih besar) dari tingkat tarif nominal (t).
5.) Apabila rasio biaya komoditi input impor terhadap harga komoditi final dalam kondisi bebas tarif terhadap tingkat tarif nominal terhadap komoditi input yanhg diimpor lebih besar dari tingkat tariff nominal (t),maka tingkat proteksi efektifnya menjadi negative.
Tarif terhadap komoditi input akan sama dengan sama dengan pajak tambahan (PPN) bagi produsen domestic yang akan meningkatkan biaya produksi, serta sekaligus akan menurukan tingkat proteksi efektif bagi produsen (yang bersumber dari pemberlakuan tarif terhadap komoditi final impor yang menjadi saingannya), sehinagga pada akhirnya bersifat kontraproduktif dan akan menurunkan tingkat produksi domestik.Jadi, jika tarif terhadap komoditi final yang diimpor akan menguntungkan produsen, maka tafit terhadap komoditi input yang diimpor akan merugikan mereka.Artinya tingkat produksi domestik dalam kondisi perdagangan bebas justru lebih tinggi ketimbang dalam kondisi tarif yang mengutamakan pemberlakuan tarif untuk melindungi dan memacu tingkat produksi domestik.
Kelemahan konsep tingkat tarif nominal antara lain tidak dapat memberikan petunjuk apa pun mengenai kadar proteksi yang sesungguhnya dari pemerintah kepada produsen domestik melaalui pemberlakuan tarif terhadap komoditi-komoditi impor dan juga banyak di sektor industri diberbagai Negara yang memiliki struktur tarif kecil atau nol untuk komoditi input dan tarif yang cukup tinggi terhadap komoditi final yang diimpor.

Semoga bermanfaat
_ reiny _

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: