INSTRUMEN TARIF

20 Feb

# Perdagangan bebas (free trade) akan dapat memaksimalkan output dunia dan keuntungan bagi setiap negara yang terlibat di dalamnya. Namun kenyataannya, hampir setiap negara masih menerapkan berbagai bentuk hambatan terhadap berlangsungnya perdagangan internasional secara bebas, terutama yang berkaitan erat dengan praktek dan kepentingan perdagangan atau komersial dari masing-masing negara. Hambatan-hambatan tersebut biasa disebut kebijakan perdagangan (trade policy) atau kebijakan komersial (commercial policy).

# Salah satu bentuk hambatan perdagangan yang paling penting adalah tarif. Tarif merupakan bentuk kebijakan perdagangan yang paling tua dan secara tradisional telah digunakan sebagai sumber penerimaan pemerintah sejak lama.

# Jenis-jenis tarif ditinjau dari aspek asal komoditi yaitu :
1.) Tarif impor (import tariff), yaitu pajak yang dikenakan untuk setiap komoditi yang diimpor dari negara lain.
2.) Tarif ekspor (export tariff), yaitu pajak untuk suatu komoditi yang diekspor.
# Jenis-jenis tarif ditinjau dari mekanisme perhitungannya yaitu:
1.) Tarif ad valorem (ad valorem tariffs), adalah pajak yang dikenakan berdasarkan angka presentase tertentu dari nilai barang-barang yang diimpor. Misalnya: suatu negara memungut tarif 25% atas harga dari setiap unit mobil yang diimpor.
2.) Tarif spesifik (specific tariffs), adalah tarif yang dikenakan sebagai beban tetap unit barang yang diimpor. Misalnya: pungutan 3 dollar untuk setiap barel minyak.
3.) Tarif campuran (compound tariff), adalah gabungan dari tarif ad valorem dan tarif spesifik. Di samping mengenakan pungutan dalam jumlah tertentu, tarif ini juga memungut sekian persen lagi.
# Jenis-jenis tarif impor:
1.) Tarif Tunggal (Single Column Tariff)
Yaitu tarif atas barang impor dalam % untuk satu komoditi dari negara mana saja.
2.) Tarif Umum (General/Conventiopnal Tariff)
Yaitu tarif untuk komoditi yang besarnya berbeda terhadap barang impor setiap negara.
Peranan tarif di negara-negara industri telah menurun dalam era modern sekarang ini, khususnya untuk sektor manufaktur, karena pemerintah dari berbagai negara kini lebih suka dan terbiasa melindungi industri-industri domestik mereka dengan memberlakukan berbagai macam dan bentuk hambatan non tarif.

Analisis Keseimbangan Parsial Akibat Pemberlakuan Tarif : Merupakan instrumen analitis paling sesuai untuk mempelajari kasus pemberlakuan tarif oleh sebuah negara kecil, serta keterkaitannya dengan output industri domestiknya yang juga relatif kecil.

Semoga bermanfaat
_ reiny _

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: