Teknik-Teknik Hedging

3 Des

Terdapat beberapa teknik dalam melakukan hedging, yakni sebagai berikut :

• Natural hedging
Salah satu cara untuk meng-offset long exposure terus-menerus yang sudah diantisipasi terhadap mata uang tertentu adalah mendapatkan hutang berdenominasi mata uang itu. Contohnya sebuah perusahaan yang berbasis AS dengan inflow dolar Kanada terus menerus dapat meng-offset atau me-match berbagai cash flow ini dengan menciptakan suatu matching cashflow. Apabila perusahaan itu meminjam hutang berdenominasi dolar Kanada, perusahaan itu dapat membayar hutang dengan dolar Kanada yang diterimanya melalui ekspor. Bila perusahaan AS itu mau mendapatkan bagian dari modal hutangnya di pasar dolar Kanada, perusahaan itu dapat menggunakan cash flow dolar Kanada yang relatif dapat diramalkan dari penjualan ekspornya untuk membayar pembayaran pokok dan bunganya pada hutang dolar Kanada itu dan di-hedge secara alami. Perusahaan berbasis AS itu telah meng-hedge suatu cash inflow operasional dengan menciptakan financial cash outflow sehingga perusahaan itu tidak harus secara aktif mengelola exposure dengan berbagai instrumen kontrak keuangan seperti forward contract. Bentuk natural hedge ini, kadangkala disebut sebagai matching, sangat efektif dalam mengeliminasi mata uang yang ter-exposed bila exposure cash flow itu relatif konstan dan dapat diramalkan sepanjang waktu.

• Money market hedging
Hedging memakai instrumen pasar uang melibatkan pengambilan suatu posisi dalam pasar uang untuk melindungi posisi hutang atau piutang di masa depan. Perusahaan lebih suka meng-hedge hutang tanpa menggunakan saldo kas mereka. Hedging pasar uang masih dapat digunakan untuk situasi ini, tetapi memerlukan dua posisi dalam pasar uang yaitu meminjam dana dalam valuta asal dan melakukan investasi jangka pendek dalam valuta asing. Sedangkan untuk meng-hedge piutang, hedging pasar uang tetap dapat digunakan jika perusahaan mengambil dua posisi dalam pasar uang yaitu meminjam valuta asing yang mendenominasi piutang di masa depan dan berinvestasi dalam valuta negara asal.

• Forward hedging
Kontrak forward sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar yang ingin melakukan hedging. Untuk melakukan hedging memakai kontrak forward, perusahaan multinasional harus membeli kontrak forward untuk valuta yang sama dengan valuta yang mendenominasi kewajiban di masa depan. Teknik hedging memakai kontrak forward banyak diimplementasikan oleh perusahaan-perusahaan multinasional.

• Future hedging
Kontrak futures dalam banyak hal serupa dengan kontrak forward. Kontrak forward lebih umum bagi transaksi-transaksi bernilai besar sementara kontrak futures mungkin lebih tepat bagi perusahaan-perusahaan yang ingin meng-hedge exposure transaksi yang bernilai kecil. Sebuah perusahaan yang membeli kontrak currency futures berhak menerima suatu valuta asing dengan jumlah tertentu, dengan harga tertentu, dan pada tanggal tertentu. Untuk meng-hedge kewajiban valuta asing di masa depan, perusahaan mungkin ingin membeli kontrak currency futures yang mewakili valuta yang sama dengan valuta yang mendenominasi kewajiban tersebut. Dengan memegang kontrak ini, perusahaan tersebut dengan demikian telah mengunci jumlah valuta negara asal yang dibutuhkan untuk membayar kewajiban masa depan.
Walaupun currency futures dapat mengurangi exposure transaksi perusahaan, currency futures kadang-kadang juga dapat merugikan. Contohnya ketika setelah perusahaan meng-hedge kewajiban di masa depan, kurs spot di masa depan ternyata lebih rendah daripada kurs yang telah disepakati oleh kontrak currency futures (karena valuta asing yang dimaksud telah mengalami depresiasi). Untuk meng-hedge nilai piutang di masa depan, perusahaan dapat menjual kontrak currency futures yang mewakili valuta asing yang sama dengan valuta yang mendenominasi piutang.

• Option contract hedging
Perusahaan-perusahaan menyadari bahwa perangkat-perangkat hedging seperti kontrak forward dan instrumen pasar uang terkadang dapat merugikan jika valuta dari hutang mengalami depresiasi atau valuta dari piutang mengalami apresiasi sepanjang periode hedging. Tipe hedging yang ideal haruslah mampu mengisolasi perusahaan dari pergerakan nilai tukar yang merugikan dan juga memungkinkan perusahaan untuk mengambil manfaat dari pergerakan nilai tukar yang menguntungkan. Opsi valuta mengandung kedua atribut ini.

• Currency swap hedging
Currency swap merupakan salah satu teknik yang bisa digunakan untuk meng-hedge exposure transaksi jangka panjang terhadap fluktuasi nilai tukar. Untuk menciptakan currency swap, perusahaan perlu mencari perusahaan lain yang dapat mengakomodasi kebutuhannya. Bank-bank komersial dan bank-bank investasi besar memiliki pialang-pialang yang bertindak sebagai perantara swap. Korporasi-korporasi dapat menghubungi pialang-pialang tersebut jika mereka ingin menghilangkan exposure transaksi dari valuta-valuta tertentu. Dengan menggunakan informasi ini, para pialang dapat mempertemukan perusahaan yang membutuhkan suatu valuta dengan perusahaan lain yang tidak menginginkan valuta yang sama (dan sebaliknya).

• Short position
Posisi short merupakan posisi penjualan dari sekuritas, komoditi atau mata uang yang “dipinjam”, dengan ekspektasi bahwa nilai aset tersebut akan jatuh.

• Long position
Posisi long merupakan posisi membeli sebuah sekuritas seperti saham, komoditi atau mata uang, dengan ekspektasi bahwa nilai aset tersebut akan naik.

_ semoga bermanfaat _
Reiny🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: