5 Jenis utama Pertanggungjawaban Perusahaan

29 Nov

Sistem-sistem pengendalian dapat dibangun untuk memantau fungsi–fungsi, proyek–proyek atau divisi – divisi tertentu.Sebagai contoh , anggaran biasanya digunakan untuk mengobtrol indikator – indikator kinerja keuangan bersama dengan pusat – pusat pertanggungjawaban. Pusat pertangung jawaban adalah unit yang dapat dievaluasi terpisah dari unit perusahaan lainnya.Setiap pusat pertanggung jawaban dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggung jawab atas kinerja unit tersebut, memiliki anggaran sendiri dan dievaluasi berdasarkan penggunaan sumber daya pada anggarannya. Pusat pertanggungjawaban menggunakan sumber daya (diukur dalam bentuk biaya atau pengeluaran) untuk menghasilkan jasa atau produk (diukurdalam bentuk jumlah atau pendapatan yang diterima).Jenis pusat – pusat pertanggung jawaban yang digunakan ditentukan oleh cara sistem kontrol perusahaan mengukur sumber – sumber daya tersebut dan jasa atau produk yang dihasilkan.

Ada lima jenis utama pusat pertanggungjawaban .(29)
1. Pusat Biaya Standar, terutama digunakan dalam fasilitas – fasilitas manufaktur, biaya-biaya standar (atau perkiraan) dihitung untuk setiap operasi berdasarkan data historis. Untuk mengevaluasi kinerja pusat pertangung jawaban, total biaya standar pusat pertanggungjawaban dikalikan unit produksi yang dihasilkan; hasilnya adalah perkiraan biaya produksi, yang kemudian dibandingkan dengan biaya produksi aktual.

2. Pusat Pendapatan, Produksi biasanya dalam bentuk unit produksi atau penjualan dalam dollar,diukur tanpa memperhatikan biasaya sumber daya (misalnya : gaji). Pusat pertanggungjawaban dinilai dalam hal efektifitas daripada efisiensi. Efektivitas wilayah penjualan , misalnya ditentukan oleh perbandingan penjualan aktual dengan proyeksi penjualan atau penjualan tahun lalu. Laba tidak diperhatikan karena departemen penjualan memilki pengaruh terbatas terhadap biaya yang dikeluarkan untuk produk yang mereka jual.

3. Pusat Pengeluaran, sumber – sumber daya diukur dalam dollar tanpa memperhatikan biaya produk atau jasa layanan yang dihasilkan.Dengan demikian, anggaran dipersiapkan untuk pengeluaran – pengeluaran rekayasa (biaya – biaya yang dapat dihitung) dan pengeluaran discretionary (biaya – biaya yang hanya dapat dietimasi). Pusat pengeluaran ini baisanya berasal dari departemen – departemen yang bersifat administratif, pelayanan dan penelitian. Pusat pertanggung jawaban jenis ini memang membebani pendapatan organisasi, namun memberikan kontribusi terhadap pendapatan yang diterima secara tidak langsung.

4. Pusat Laba , pada pusat pertanggungjawaban ini kinerja diukur berdasarkan selisih antara pendapatan (yang diukur dalam produksi) dan pengeluaran (yang diukur dalam pemakaian sumber daya). Pusat laba biasanya ditetapkan ketika sebuah unit organisasi berusaha mengontrol sumberdayanya dan produk atau jasa layanan yang dihasilkannya. Dengan memiliki pusat pertanggungjawaban seperti itu, perusahaan dapat diorganisasi ke dalam divisi – divisi lini produk yang terpisah. Para manajer setiap divisi diberi otonomi yang besarnya berdasarkan kemampuan mempertahankan laba pada tingkat yang memuaskan (atau lebih baik).
.Departemen pemanufakturan, misalnya dapat diubah dari pusat biaya standar (atau pusat pengeluaran) menjadi pusat laba , yang memungkinkan untuk menetapkan harga perpindahan untuk setiap produk yang dijual pada departemen penjualan. Selisih antara biaya pemanufakturan per unit dengan harga perpindahan yang telah disetujui sebelumnya merupakan “laba” unit tersbeut .Penetapan harga perpindahan secara umum digunakan dalam perusahaan – perusahaan yang terintegrasi vertikal dan dapat berfungsi dengan baik ketika harga dapat ditentukan dengan mudah pada sejumlah produk yang telah ditetapkan .Hanya sekitar 30 – 40 persen perusahaan yang menggunakan harga pasar untuk menentukan harga perpindahan , walaupun banyak para pakar berpendapat bahwa harga perpindahan berdasarkan pasar adalah pilihan terbaik. (Sedangkan sisanya,50 persen menggunakan biaya dan 10 sampai 20 persen menggunakan negoisasi antar unit)(30). Jika harga tidak mudah untuk ditetapkan , kekuatan tawar menawar setiap pusat pertanggungjawaban, dengan sedikit mengabaikan pertimbangan strategis, cenderung mempengaruhi harga yang telah disetuhui sebelumnya.(31). Manajemen puncak mempunyai kewajiban untuk memastikan bahwa besarnya pertimbangan politis tidak akan melebihi besarnya pertimbangan strategis. Jika tidak, maka besarnya laba yang diperoleh setiap pusat pertanggung jawaban akan bias dan akan memberikan informasi yang buruk bagi pengambilan keputusan strategis pada tingkat korporasi .

5. Pusat Investasi : oleh karena banyak divisi dalam perusahaan – perusahaan pemanufakturan besar menggunakan asetnya dengan cukup signifikan dalam memproduksi produk – produk mereka, maka penilaian atas aset harus dimasukkan sebagai faktor atau unsur penting dalam menilai kinerja divisi tersebut . Bila hanya memfokuskan pada laba yang diperoleh, sebagaimana dalam pusat laba, maka penilaian kinerja tidak akan cukup memadai. Kinerja pusat investasi diukur berdasarkan selisih antara penggunaan sumber daya dan produk atau jasa yang dihasilkan. Sebagai contoh, jika dua divisi dalam sebuah perusahaan menghasilkan laba yang sama , namun salah satu divisi membutuhkan investasi modal sebesar $3 juta untuk membuat sebuah pabrik, sedangkan divisi yang lain hanya membutuhkan investasi modal sebesar $1 juta untuk membuat pabrik yang sama, yang lebih efisien jelas, investasi modal yang lebih kecil,dengan kata lain , divisi tersebut memberikan kepada para pemegang sahamnya pengembalian yang lebih baik atas investasi mereka.

Ukuran kinerja pusat investasi yang paling banyak digunakan adalah ROI. Pengukuran yang lain yang biasa disebut sebagai sisa pendapatan (residensial income), atau after capital charge, yang diperoleh dengan mengurangi biaya bunga dari pendapatan bersih yang diterima. Biaya bunga dapat didasarkan pada tingkat bunga perusahaan yang akan dibayarkan pada pemberi pinjaman atas asset yang digunakan perusahaan. Tingkat biaya bunga dapat pula didasarkan pada jumlah pendapatan yang akan diperoleh jika asset perusahaan diinvestasikan di tempat lainnya.Walaupun metode sisa pendapatan ini lebih baik dari ROI oleh karena kemampuannya menghitung biaya modal yang digunakan, metode ini tidak pernah mampu menyamai popularitas ROI (32).

Kinerja pusat investasi dapat pula diukur berdasarkan kontribusinya terhadap nilai pemegang saham melalui penggunaan nilai tambah ekonomis (economic value-added).Sebagai contoh, Briggs & Stratton menggunakan EVA untuk mengukur kinerja lima divisinya yang membuat mesin bagi mesin pemotong rumput, pompa air dan produk – produk lainnya. Setiap divisi mengetahui berapa EVA-nya dan hal itu membuat mereka menggunakan sumberdaya dari luar (outsourcing) untuk mengurangi biaya.Perusahaan menghapuskan setahap demi setahap produksi mesin – mesin besar keperluan pompa air dan generator, melepaskan modal yang telah digunakan dengan tidak menghasilkan keuntungan dalam proses pemanufakturan produk mereka. Perusahaan kemudian membeli keluar mesin – mesin unggul ditempat lain yang lebih murah biayanya. Ketika perusahaan mampu meningkatkan 7,7 persen tingkat pengembalian atas modal yang dikeluarkan return on capital (pada waktu biaya modal pada saat itu sebesar 12 persen), maka harga sahamnya meningkat dari $20 per lembar saham menjadi $80 (33) .

_ semoga bermanfaat _
Reiny🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: